Sunday, March 31, 2013

betul apa engga? :)

=Yang kemilau tak selalu memukau...
=Yang gemerlap tak selalu bisa diharap..
=Yang cemerlang tak selalu gemilang..
=Yang kaya tak selalu membuat bahagia..
=Yang pintar tak selalu membuat diri tersadar..
=Yang tampan tak selalu menawan..
=Yang cantik tak selalu menarik..

Tapi yang beriman,berakhlaq mulia dan yang sederhana tak suka berfoya-foya seringkali membuat nyaman di jiwa.


::- Pemutus segala kelezatan -::


Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan’, yaitu kematian. 

(HR. At Tirmidzi, hadits hasan shahih).

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan termasuk golongan hamba Allah yang wafat dalam kondisi husnul khatimah. Aamiin. 

Hidup Adalah BELAJAR...


Belajar Bersyukur Meski Tak Cukup,
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela,
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa,
Belajar Memahami Meski Tak Sehati,
Belajar Taat Meski Berat,
Belajar Sabar Meski Terbebani,
Belajar Setia Meski Tergoda,
Belajar Mengasihi Meski Disakiti,
Belajar Tenang Meski Gelisah,
Belajar Percaya Meski Susah.

Maka pelajarilah semua itu dengan sungguh sungguh dan sebenarnya..

7 Amalan Yang Pahalanya MENGALIR TERUS Meski Pelakunya Telah Wafat.



Kalau ada mahasiswa yang mau KKN, bagus juga kalau bisa merancang program, sambil melirik hadits ini.. :)

(1) Pengajian Rutin untuk Warga
(2) Irigasi Memanfaatkan Pontensi Sungai untuk kesejahteraan masyarakat
(3) Penggalian Sumur pada lokasi-lokasi strategis
(4) Reboisasi dan Penanaman Tumbuh-tumbuhan Bermanfaat
(5) Pembangunan/Perbaikan Masjid dan Infrastrukturnya
(6) Bakti Sosial Akbar Berupa Mushaf Al Qur'an
(7) Pendidikan Anak-anak SD dan TPA dengan pendidikan berbasis agama

***
7 Amalan Yang Pahalanya Terus Mengalir Meski Pelakunya Telah Wafat
عن أنس بن مالك رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال سبع يجري للعبد أجرهن وهو في قبره بعد موته :من علّم علما, أو أجرى نهرا , أو حفر بئرا , أو غرس نخلا , أو بنى مسجدا , أو ورث مصحفا , أو ترك ولدا يستغفر له بعد موته » [رواه البزار في مسنده حسنه الألباني رحمه الله في صحيح الجامع برقم :3596.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Shallalllahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tujuh amalan yang pahalanya mengalir bagi seorang hamba meski dia telah dimakamkan di kuburan. 1. Mengajarkan ilmu. 2. Mengalirkan sungai. 3. Menggali sumur. 4. Menanam pohon kurma. 5. Membangun masjid. 6. Mewariskan (mewakafkan mushhaf al Qur’an). 7. Meninggalkan anak yang memohonkan ampunan untuknya setelah ia wafat.
HR. Al Bazzar dalam musnadnya dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no : 3596.
Marilah kita pelajari 7 amalan tersebut, lalu kita amalkan agar kita meraih pahala terus menerus hingga meskipun kita telah wafat dan dikubur di pemakaman.
Pertama : Mengajarkan ilmu.
Kalau Allah menyebut ilmu dalam Al Qur’an, maka yang dimaksud adalah ilmu agama. Misalnya :Firman Allah yang artinya, “Allah mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberap derajat”. QS. Al Mujadilah : 11
Begitu pula bila Rasulallah menyebutkan ilmu, maka yang dimaksud adalah ilmu agama. Misalnya, “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim”
Dan tentunya setiap orang yang mau mengajarkan suatu ilmu, dia mesti belajar terlebih dahulu. Sebagaimana Sabda Rasulullah yang artinya, Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.
Maka ilmu yang paling utama adalah agama yang berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits. Hingga Rasulallah bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah akan fahamkan dia tentang agamanya”.
Karena dengan ilmu agama, kita jadi mengetahui siapa yang kita ibadahi dan bagaimana cara kita beribadah kepada-Nya.
Dengan ilmu agama, kita mengetahui mana yang haq dan mana yang bathil, mana jalan yang mengantarkan ke surga dan mana jalan yang mengantarkan ke neraka.
Maka mengajarkan ilmu itu sangat besar pahalanya, bahkan pahala tersebut terus mengalir meski orangnya telah meninggal dunia, meskipun yang kita ajarkan dianggap remeh, misal mengajar iqra’ dan semisalnya dan meskipun kita hanya mengajar kepada satu dua orang, dan walaupun kita hanya mengajar anak-istri kita sendiri.
Rasulallah bersabda, “Sampaikanlah (ilmu) dariku walau Cuma satu ayat”.
Dan termasuk kategori mengajarkan ilmu adalah menyebarkan ilmu melalui majalah, radio, pengajian, buku dan lain sebagainya.
Kedua : Mengalirkan sungai
Maksudnya adalah membuat aliran air dari sumber mata air atau dari sungai agar sampai ke tempat perkampungan atau ke lahan pertanian, perikanan maupun peternakan.
Maka pihak yang berperan dalam tersalurnya air untuk kebutuhan kaum muslimin, baik dalam bentuk air bersih untuk konsumsi manusia maupun air untuk keperluan pertanian, perikanan dan lainnya, maka pahalanya akan mengalir terus sesuai dengan mengalirnya air tersebut walaupun dia telah wafat.
Ketiga : Menggali sumur
Air sangat penting bagi kehidupan semua makhluk, manusia, hewan dan tetumbuhan tidak bisa hidup tanpa air. Karena itu, upaya memberi air kepada pihak lain, hingga kepada hewan sekalipu dalam islam sangat dihargai. Bahkan seorang muslim bisa terus mendapatkan pahala walau dia telah wafat bila air tersebut masih bermanfaat. Renungkanlah kisah berikut ini.
“Dahulu ada seorang laki-laki yang sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah karena kehausan. Dia berkata, ‘Anjing ini kehausan seperti diriku.’ Maka dia mengisi sepatunya dan memegangnya dengan mulutnya, kemudian dia naik dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala dari binatang?” Beliau menjawab, “Pada setiap hati yang basah terhadap pahala.” Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
Apalagi kalau kita membuat sumur yang airnya bermanfaat bagi manusia yang beriman, tentu pahalanya lebih besar lagi.
Keempat : Menanam pohon kurma.
Walau disini disebutkan pohon kurma, namun ini bukan pembatasan pada pohon kurma saja, yang penting pohon yang bermanfaat. Disebutkan pohon kurma, karena itu sebaik-baik dan seutama-utama pohon.
Menanam pohon dalam islam sangat dianjurkan diantara hadits yang berkaitan dengan hal ini adalah :
عن جابر رضي الله عنه قال : قال رسول صلى الله عليه وسلم : ( ما من مسلم يغرس غرساً إلا كان ما أكل منه له صدقة ، وما سرق منه له صدقة ، ولا يرزؤه أحد إلا كان له صدقة ) . )رواه مسلم(148(
Dari Jabir bin Abdillah, Rasulallah bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman melainkan apa yang dimakan (oleh apa saja) darinya maka itu baginya adalah shadaqah, dan apa yang dicuri darinya adalah shadaqah, dan yang berkurang (karena sebab apapun) adalah shadaqah”. HR. Muslim 148.
Ini sebagai hiburan yang menanam apa saja yang bermanfaat. Bukan berarti mereka tidak perlu menjaga dan merawat tanamannya, Syaikh Al Utsaimin menjelaskan, bahwa seseorang tetap harus merawatnya, menjaganya dan bila ada pencuri tetap harus ditangkap.
Ini sebagai dalil bahwa hal-hal yang dimanfaatkan oleh apa saja, manusia ataupun yang lain, maka pemiliknya mendapatkan pahala shadaqah meskipu dia tidak berniat shadaqah. Apalagi kalau ia berniat shadaqah, maka pahalanya besar.
Kelima : Membangun Masjid
Masjid adalah tempat yang paling mulia di muka bumi ini, sebagai syiar islam yang paling agung. Sebagai tempat ditunaikannnya berbagai macam ibadah dan tempat berkumpulnya kaum muslimin secara rutin. Maka barangsiapa yang berperanserta dalam pembangunannya dengan harta yang halal dengan niat ikhlas maka pahalanya mengalir, selagi masjid tersebut masih dipakai beribadah.
من بنى مسجدا يبتغي به وجه الله بنى الله له بيتا في الجنة » متفق عليه .
“Barangsiapa yang membangun masjid dalam rangka mencari wajah Allah maka Allah akan membangun rumah baginya di dalam surga”.
Keenam : Mewariskan (mewakafkan mushhaf al Qur’an).
Membaca, mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an memiliki keutamaan tersendiri. Bila membaca satu huruf saja diberi pahala 10 kebaikan, maka membantu menyediakan Al Qur’an juga berpahala sangat besar, bahkan mengalir terus selagi Al Qur’an tersebut masih dibaca dan dipelajari serta diamalkan isinya.
Ketujuh : Meninggalkan anak yang memohonkan ampunan untuknya setelah ia wafat.
Mendidik anak hingga menjadi anak yang shalih, yang bisa berdoa dan memohonkan ampunan untuk orang tuanya adalah kewajiban orang tua itu sendiri. Mendidik dan mengajar tentang kewajibannya sebagai manusia adalah kewajiban yang bila menghasilkan anak yang shalih, maka dia akan mendapat aliran pahala. Maka utamakanlah dan nomersatukanlah pendidikan agama yang benar hingga penerapannya bagi anak-anak kita, agar kita tidak menjadi sebab rusak dan sesatnya anak-anak kita.

AMALAN MANA YANG SUDAH KITA KERJAKAN?

ORANG TAKUT YANG BISA BERANI

Foto: ORANG TAKUT YANG BISA BERANI

Orang yang tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan adalah orang yang berjiwa muda yang takkan pernah menjadi tua, namun apabila orang selalu menginginkan keamanan merupakan orang tua dikala ia masih muda.

Ga ada orang yang berani kalau ia tidak pernah merasa takut, karena keberanian hanya bisa datang ketika ia melakukan sesuatu hal yang ia takuti.  

Oleh sebab itu rasa takut itulah yang membuat anda mempunyai kesempata untuk bisa bersikap berani.

dari Unik dan Keren
--------
Penting diBaca " 6 PESAN PENTING IMAM GAZHALI" selengkapnya bisa dibaca di Unik dan Keren
Orang yang tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan adalah orang yang berjiwa muda yang takkan pernah menjadi tua, namun apabila orang selalu menginginkan keamanan merupakan orang tua dikala ia masih muda.

Ga ada orang yang berani kalau ia tidak pernah merasa takut, karena keberanian hanya bisa datang ketika ia melakukan sesuatu hal yang ia takuti.

Oleh sebab itu rasa takut itulah yang membuat anda mempunyai kesempata untuk bisa bersikap berani.

Semua Hanyalah Sementara

Foto: Semua Hanyalah Sementara 

Janganlah berbuat hal yang sia-sia saat engkau berada dalam kesenangan namun jangan pula berputus asa saat dalam kesusahan.  Orang Sabar Niscara disayang Allah SWT

---------

Penting diBaca " 6 PESAN PENTING IMAM GAZHALI" selengkapnya bisa dibaca di Unik dan Keren

Janganlah berbuat hal yang sia-sia saat engkau berada dalam kesenangan namun jangan pula berputus asa saat dalam kesusahan. Orang Sabar Niscara disayang Allah SWT

JANGANLAH SEDIH BERKEPANJANGAN....



"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada diri sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah..."
( QS.Al-Hadiid: 22 )

Pada suatu ketika Ibrahim bin Adham melihat seorang laki-laki yang sedang bersedih. Dia berkata kepada lelaki itu, "Wahai saudara, aku ingin menanyakan kepadamu tiga pertanyaan dan aku harap engkau menjawabnya." Lelaki itu menjawab, "Baiklah."

Ibrahim pun bertanya, "Apakah ada hal yang terjadi di alam ini yang tidak dikehendaki Allah..?"

Lelaki itu menjawab, "Tentu tidak."

Ibrahim bertanya lagi, "Apakah rizkimu berkurang dari apa-apa yang telah Allah tetapkan kepadamu..?"

Lelaki tersebut menjawab: "Tidak berkurang".

Ibrahim bertanya lagi, "Apakah akan berkurang suatu tempo waktu yang ditetapkan bagimu dalam kehidupan ini...?"

Sekali lagi dia menjawab, "Tidak."

Setelah terjawab ketiga pertanyaan itu, Ibrahim bin Adham berkata, "Kalau begitu mengapa engkau masih bersedih..??"

****

Terkadang manusia dalam menjalani hidupnya tak selalu mendapatkan keinginan yang dicita-citakan...

Rencana dan impian tertata apik terburai percuma, usaha keras sekuat tenaga pun seakan tak berdaya apa-apa, menyisakan kepingan-kepingan duka dan kekecewaan...

Banyak juga di antara manusia merasa hidup tak beruntung. Memiliki masa lalu kelam dan pengalaman pahit.

Atau, setidaknya dalam perjalanan hidup kita, pernah mengalami masa yang menyesakkan dada, terhimpit beban berat, membuat kesedihan tak berujung.

Misalnya bisnis yang merugi karena kesalahan mengambil keputusan, studi berantakan, keluarga broken home, himpitan ekonomi, bencana alam melanda, dan sebagainya.

Mengingat peristiwa lampau tersebut terkadang membuat orang tersebut merasa lemah, terus terbelenggu dan tak berdaya. Karena itu, Rasulullah melarang seseorang menyesali berlebihan dengan mengandai-andai...

Rasulullah bersabda, " Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan, 'Seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begini.' Katakanlah, 'Allah telah menakdirkan dan apa yang Allah kehendaki maka itu terjadi.' Sesungguhnya kata seandainya akan membuka pintu perbuatan setan..."
( HR. Bukhari )

Lebih jelas dalam surat At-Taubah ayat 51, Allah berfirman,
" Katakanlah: 'Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal'..."

Manusia itu begitu lemah. Segala marabahaya dan bencana, semuanya telah ditetapkan Allah sebelum penciptaan manusia...

Dengan meyakini hal ini, semata-mata manusia akan merasa takjub pada kebesaran dan kekuasaan-Nya.

Bukan berarti kemudian kita pasrah menyikapi bencana yang menimpa. Karena, kebahagian dan kesedihan yang datang silih berganti bukan tanpa suatu maksud...

Namun, agar kita lebih bersyukur, berempati pada orang lain, meraup hikmah dan amal tiada terkira...

Sungguh, tak patut manusia berputus asa karena derita yang bertubi-tubi...

Serta tak layak pula dia berubah sombong bila menerima suatu keberhasilan dan kesuksesan...

Sumber: Status Tika Istiqomah Anwar

Manfaat & Peran PMS Bagi Suatu Perusahaan

Hola gan, bre, sist, nes, dan ho.. Apa kabar semuanya.. Semoga baik-baik aja ya.. To d'point aja ya gan. Tadi malam ane ngebuat trit ten...